Desain Komunikasi Visual

Oleh : Subhan

Sumber: Catatan Perkuliahan desain Grafis Seni Rupa IKIP Jakarta bersama Dosen Desain Grafis  Pak: Udonarto (Dosen tetap IKIP Jakarta dan Dosen Kehormatan Desain Grafis  Tri Sakti).

LOGO YOGYAlogo jogja 2012 Mengapa Logo dan Judul acara televisi, Judul artikel di majalah remaja bagus-bagus dan menarik? itu karena desainer grafik-nya pandai dan mengerti dengan sungguh-sungguh membuat pusat perhatian pada Logo atau Judul  tersebut serta mampu menampilkan makna simbolik dan makna filosofi dari karya desainnya tersebut. Semuanya bersumber dari ilmu desain Komunikasi Visual. Tinjauan Lengkap Desain Komunikasi Visual klik disini

Logo-logo Televisi dan perusahaan (judul film, judul sinetron, judul acara televisi, merek produk makanan, minuman, pakaian dll.) semua tampak menarik perhatian,  penyebabnya  adanya  sentuhan  desain komunikasi visual berupa Pusat perhatian dengan cara mengubah: Bentuk, warna, arah, ukuran, jarak, dan variasi dengan unsur garis dan bentuk geometris  pada salah satu hurup atau kata. Lihat gambar berikut:

gabung logo

Mengapa Logo-logo tersebut bagus dan menarik perhatian, apa rahasianya, bagaimana membuatnya? silakan lanjutkan membacanya sampai tuntas.

Desain Komunikasi Visual

Merancang/ menyusun bahan (hurup/teks/typografi, gambar, warna dan unsur grafis lain menjadi informasi visual pada media dua dimensi dan tiga dimensi yang dimengerti publik)

Unsur dalam Komunikasi Visual

1. Gambar ilustrasi/ penjelas/ logo

2. Typografi/ teks/ Tulisan/ Naskah

3. Warna

Selengkappnya bisa dilihat disini

Ketiganya harus dikemas menjadi satu kesatuan dengan prinsip-prinsip desain : irama, balance/keseimbangan, unity/kesatuan serta intuisi desainer grafik-nya sehingga lahir karya ekspresif dan kreatif.

 1.1 Gambar ilustrasi menampilkan informasi dengan keterampilan gambar tangan mungkin juga komputer dan penuangan daya imajinasinya sesuai dengan tema desain sehingga memperjelas isi pesan, meningkatkan kualitas artistik/penampilan, gambar lebih dominan daripada teks, sebab  gambar lebih komunikatif (mudah dipahami)

 1.2 Gambar harus sesuai dengan teks (ini berlaku pada poster dan buku)

      Contoh: Sebuah buku berisi tentang korban Tsunami, gambar sampulnya orang main gitar atau orang sedang merokok, tentu ini tidak cocok. Cobalah tampilkan gambar yang sesuai misalnya banyak mayat  bergelimpangan, rumah roboh, air melanda, sampah hanyut dsb.

 2.1 Typografi

       Hurup banyak tipe dan  macamnya, hurup punya karakter. Karakter hurup sesuaikan dengan tema poster/ tema video/ tema Slide Judul Film horor beda karakternya dengan judul film komedi, Karakter  Font  merek kosmetik beda dengan merek bengkel motor atau merek alat berat, dst. berarti kita perlu koleksi banyak huruf untuk mendukung karakter. Tidak mungkin font untuk kosmetik menggunakan font yang kaku dan kuat.

Pada Judul Rambo ini dibuat menggunakan hurup berkesan Kaku dan kuat karena Rambo itu film aksi (perang, siap membunuh dan siap bertahan untuk tidak terbunuh) rambo jika kita gunakan judul Rambo dengan tipe hurup seperti di bawah ini tidak cocok, 

ini biasanya untuk merk cosmetik atau bedak bayi dan sejenisnyarambo lembut

2.2  Font penampilannya harus inovatif dan komunikatif, Font harus mampu merebut perhatian sehingga orang mau melihat lebih lama (”Apasih ?”)

2.3 Agar font tampil menarik perhatian, dalam desain komunikasi visual  kita mengenal “Central focus” / pusat perhatian. Jadi font yang kita tampilkan harus    menarik perhatian, Pusat perhatian pada font dapat kita tempuh melalui langkah di bawah ini.

Dengan kata lain Tulisan/merek/font/ yang kita buat harus tampil beda dari biasanya.

Kita perlu menentukan hurup yang mana dalam Logo/merek yang akan dijadikan pusat perhatian. Pusat perhatian tidak boleh banyak. cukup 1 saja,  di hurup mana yang mau dijadikan pusat perhatian, dan diapakan.

Hal ini berlaku juga pada contoh misalnya: Pembaca berita  wanita di televisi terkadang menggunkan Pin/Bros (pasti hanya satu buah pin yang dipakai/cuma satu) meskipun di rumahnya banyak pin/bros. Bayangkan jika dipakai semua? 

Pusat perhatian itu dapat kita buat dengan cara mengubah:

a. mengubah ukuran:

coba lihat sim sengaja dibuat lebih kecil daripada PATI padahal bisa saja SIMPATI, hanya SIMPATI itu biasa saja dengan teks yang lain. Agar beda ya dibegitukan agar tampil beda dari biasanya. D dibuat besar EPOK dibuat kecil agar ada kesan penekanan pada D

3. Mengubah ukuran UKURANsimpatiimages kiss_logoPada simPATI: sim-nya kecil dan PATI-nya besar demikian juga Microsoft dibuat kecil dan Windows-nya besar. Karena perbedaan ukuran itulah terjadi pusat perhatian. Orang akan penasaran dengan tulisan yang kecil tersebut : “Apasih?”

b. mengubah bentuk

Dengan mengubah satu hurup pada teks akan muncul kesan beda dari biasanya

insert tv7DjarumBlackBlogCompetitin

lOGO BANDUNG2. Mengubah bentukBENTUKindosiarpb devlas3

jarum blackLogo_kick_andy_show

c. mengubah jarak

Hurup bisa kita dempetkan, rapatkan atau pun bisa kita jarangkan penempatannya

5. Mengubah JARAKpedex

d. mengubah arah

Biasanya tulisan itu horizontal, coba lihat ketika salah satunya kita buat vertikal arahnya

1. Mengubah ARAHDELL

e. mengubah warna

Ubahlah warna dengan cara seperti contoh

google4. Mengubah warna

f. mengkombinasikan dengan bentuk geometris

Silakan gunakan bentuk geometris (segitiga, segi empat dll serta garis lurus, lengkung, patah, putus-putus, titik untuk menciptakan kesan aksen)

logo 14 depok 2010indosiarLOGO YOGYA

lOGO BANDUNG

 Logo-logo Televisi jika kita perhatikan sangat mengikuti persyaratan pusat perhatian (singkat, memikat dan gampang diingat). Pusat perhatian itu sangat penting.

Teori ini sangat umum diterapkan dalam keseharian misalnya: Pembaca berita di TV (wanita) terkadang  menggunakan sebuah Bros dibajunya, Ada penyanyi selalu menggunakan kaca mata hitam , Jojon pelawak menggunakan kumis kecil, Rhoma Irama dengan Gitar Buntungnya serta bergamis sorban, Donkings Promotor Tinju Dunia menguncirkan rambutnya ke atas dsb. semuanya hanya untuk merebut perhatian publik, dan dalam ilmu Psikologi, manusia itu pada dasarnya haus perhatian dan suka memperhatikan yang aneh-aneh /beda.

Dalam membuat judul Video, Slide Show atau apapun namanya,  ada baiknya mengikuti teori tersebut.

Penerapan CENTRAL FOCUS (pusat perhatian) biasa juga orang menyebutnya central point.

Contoh:

Kalimat: “Wariskan mata air bukan air mata”

Dapat kita tampilkan dengan beragam penampilan dengan cara:

mengubah ukuran, mengubah bentuk, mengubah jarak, mengubah arah, mengubah warna,  mengkombinasikan dengan bentuk geometris. Selama anda belum menarapkan teori ini… sepertinya sulit menghasilkan gambar yang menarik. Jangan lupa gunakan prinsip desain: irama, kesatuan/unity, keseimbangan. Gunakan software grafis desain: Freehand 11, Corel Draw, Photoshop, Ilustrator (pilih dan profesionalkan). Selamat berkreasi dan jangan lupa ciptakan ” PUSAT PERHATIAN PADA LOGO/TEKS KITA”

pandu proshow INSTALL dulu FREEHAN11Jika teori  ini sudah dikuasai Insya Alloh anda akan mampu membuat papan nama, spanduk banner dll. Selamat berkarya dan tetaplah semangat.

jagalah kebersihan SPANDUK MIE AYAM

Semuanya taat pada prinsip Pusat perhatian pada salah satu teks yang kita buat. Lihat juga contoh:

HEDB1007 HEDB1034 HEDB1118 HEDB1398 HEDB2160 HEDB2260

Tentang sub14han

Saya Guru Seni Budaya SMP Negeri 14 Depok
Tulisan ini dipublikasikan di Berita Seni, Desain, Dunia Kreatif. Tandai permalink.

4 Balasan ke Desain Komunikasi Visual

  1. Ping balik: Desain Komunikasi Visual • Guraru

  2. ibnufajar75 berkata:

    Patut menjadi teladan buat yang lain….
    Kreatif…. mantab pak….!!!

    Salam

Komentar ditutup.