Ubah pola hidup

TIRULAH KEBIASAAN
orang-orang Besar dan taqwa ini

Pola hidup kita bertahun-tahun  dalam keadaan biasa-biasa saja, santai, nanti saja, habis bingung mau ngapain, Cobalah kita mulai dari hari ini: “KEBIASAAN HIDUP BARU DIBENTUK” kebiasaan menulis sesuatu yang berguna untuk masyarakat tentang apa saja untuk dijadikan BUKU atau tulisan dalam blog

Nasihatnya begini katanya:

Tidurlah pukul 20.00 namun jangan lupa sholat isya berjamaah dulu,
Alarm HP di set pukul 01.05 untuk bangun (intinya tidur cepat, bangun cepat/menyedikitkan tidur, memperkuat ibadah sunah, cobalah menulis dengan semangat besar seperti samudera yang bergelora.

Bangun tengah malam, mengetik 2 jam lalu komputer dimatikan

Pukul 03.00 bersiap sholat tahajjud, lalu tobat, doa, zikir, tilawah, munajat, lalu berangkat ke masjid sholat subuh berjamaah.

Sepulang sholat subuh, mengetik lagi beberapa menit, tidur dulu beberapa menit (sunah)  sampai waktu sholat duha laksanakanlah sholat duha (minimal 6 rakaat)

Jika tidak sempat, berangkatlah kerja tepat waktu… ditempat kerja kita sholat duha sesibuk apapun,

Lakukanlah ini setiap hari, Insya Allah Allah akan memberikan jalan yang terbaik untuk kita dan keluarga kita serta lingkungan kita.

IMAM GHAZALI

(1058-1111) kelahiran Persia, Ulama besar ini adalah pengarang produktif, menulis dengan JIWA CINTA, sedikitnya 2 halaman sehari, karya terbesarnya adalah kitab Ihya Ulumudin 4 jilid tebal, dipakai seluruh dunia Barat dan Timur sepanjang lebih 900 tahun, konon naskah aslinya tersimpan aman di kamar berpendingin di perpustakaan di Sarajevo, ibukota Bosnia Herzegovina -Eropa.

BUYA HAMKA

Penulis super cepat, ia menulis dengan ilham, ilham tidak ditunggu kedatangannya. “Menulislah… nanti ilham datang ketika sedang menulis, karya terbesarnya Tafsir Al Azhar, tafsir itu di tulis, diketik sendiri sebanyak 15 jilid saat Buya ditahanan politik masa pemerintahan Soekarno (sahabatnya),  beliau wafat tahun 1981 usia 73 tahun. Buya Hamka memimpin sholat jenazah Presiden Soekarno 1901-1970 (69 tahun) dan Buya Hamka ketika itu berusia 62 Tahun, suatu keteladanan yang mencerahkan, tidak pendendam meski pernah dipenjarakan.

Tentang sub14han

Saya Guru Seni Budaya SMP Negeri 14 Depok
Pos ini dipublikasikan di Berita Seni. Tandai permalink.