Profesi dan Profesional

gambar1Profesional bersangkutan dengan profesi, memrlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya dan mengharuskan adanya pembayaran untuk melakukannya, sangat berkaitan dengan pekerjaan dan pekerjaan itu perlu pengalaman dan pengalaman harus dilandasi oleh pengetahuan-pengetahuan.

Profesi adalah bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (keterampilan, kejuruan dsb) itu memerlukan proses pekerjaan bertahun-tahun sehingga terjadi profesionalisasi (proses membuat sesuatu badan organisasi agar menjadi profesional) dan jika terus menerus akan melahirkan Profesioalisme (sifat orang yang sudah ahli) sehingga jadilah ia seorang Profesional, (Profesi ditekuni/digeluti > Profesionalisasi > Profesionalisme > Profesional)

PROFESI

Siapakah yang bilang bahwa kita mampu (profesional) adalah Masyarakat. Masyarakat itu meliputi: Lembaga pemerintah, lembaga pendidikan formal maupun non formal, pengguna jasa, organisasi, orang perseorangan dan objek-objek lain yang memang membutuhkan jasa dari profesi tersebut.

Seseorang dikatakan ahli, mampu, mahir harus dilandasi pendidikan formal/non formal, Pelatihan 1 minggu, 2 minggu, dan seterusnya untuk mengembangkan diri hingga jadi ahli.

Setelah kita ahli dan menyandang gelar profesional (hard skill) harus dilandasi dengan soft skill (Jujur dan cerdas hati). Ciri profesional itu ahli dan jujur, jika tidak jujur bukan profesional, sehingga pengguna jasa menjadi terus percaya dan terus akan bekerjasama.

Kalau jadi guru sebaiknya jangan hanya datang, mengajar dan pulang, sehingga menjadi guru biasa-biasa saja. Banyak sekali yang harus terus dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan terutama mengembangkan kemampuan sesuai lingkungan kerja guru butuhnya apa, setiap waktu harus terus memperbaiki diri, haus ilmu, rakus membaca, sebab ilmu itu jika kita cari terus kita akan pintar yang itu dan tidak pintar yang itu oleh karena itu tidak boleh sombong.

Orang yang melamar pekerjaan pun ketika menuliskan surat lamaran mencantumkan bisa apa, bisa apa dst sehingga pengguna/konsumen tertarik. Untuk itu perlu ada embel-embel misalnya S1, S2,S3, ahli ini ahli itu, jadi perlu didukung proses yang lain misalnya pendidikan, pelatihan, belajar yang tekun lagi. Guru matematika belajar lagi perdalam lagi matematikanya begitu juga guru yang lainnya.

Dosen-dosen/dekan perguruan tinggi terkenal, mereka kaya bukan karena jadi dosen/dekan, melainkan kerjasama dengan perusahaan/lembaga-lembaga yang membutuhkan. Mengapa perusahaan mau kerjasama karena dosen tersebut berlabel dosen/ dekan di UI, UGM, ITB, IPB, dll dan alasan lainnya mereka bekerja pasti profesioanal bukan bekerja hanya tunggu perintah.

Semua pengusaha adalah profesioanal, mereka bekerja selalau ada target yang akan dicapai, target lagi, selesai, kemudian target lagi. Untuk itu harus punya ilmunya, ada pendidikannya, kalau tidak punya pendidikan dan malas biasanya miskin dan jika punya pendidikan tetapi malas hasilnya biasa-biasa saja, oleh karena itu diperlukan pendidikan dan rajin serta kreatif.

Ada 4 komponen Profesional (1. Kemampuan, 2. Keahlian/kemahiran, 3. Kejujuran, 4. Pembayaran). Semakin profesional semakin tinggi bayarannya, jadi profesional itu tidak gratis.

Tentang sub14han

Saya Guru Seni Budaya SMP Negeri 14 Depok
Pos ini dipublikasikan di Dunia Guru, Pekerjaan, Sertifikasi Guru dan tag , , . Tandai permalink.