Teknik Memotret

TEKNIK MEMOTRET

Pernahkan anda diminta orang untuk menjadi seksi dokumentasi? maksudnya disuruh foto-foto agar acaranya mensejarah, atau minimal orang yang tidak hadir pada acara tersebut ketika melihat foto yang anda buat  ORANG YANG TIDAK HADIR DALAM ACARA TERSEBUTpun merasakan acara tersebut.

Pernahkah melihat foto-foto olah raga di surat kabar, majalah dll, mengapa bagus dan ekspresif?

Caranya begini yach…

1. Foto itu harus ada temanya & ada ceritanya  misalnya anda sedang berada di Wisata Candi Borobudur bersama teman-teman anda, suruhlah teman kita berpose dengan background yang paling khas di Borobudur (Relief, Stupa, Candi keseluruhan, Patung Budha dsb. yang berada pada Candi Borobudur, minimal background foto anda ada tulisan Selamat datang di Candi Borobudur, Antri Tiket Candi Borobudur) Jangan berfoto di Candi Borobudur backgroundnya langit dan pohon bambu yang terlihat, dengan begitu foto-foto yang anda buat memenuhi Kriteria : “Biarlah Foto itu yang berbicara” maksudnya tanpa anda ceritakanpun orang tahu,  itu benar-benar di Candi Borobudur ( he he he kamera tidak pernah berbohong)

Gambar 1 Foto dengan background Stupa Borobudur

Gambar 2 Upacara bendera

Ada pengibar, ada tiang bendera, ada bendera, ada peserta upacara, ada suasana lapangan

Gambar 3 Upacara Bendera di halaman upacara

Ada siswa upacara, ada tiang bendera, ada gedung sekolah

2. STOPPING POWER

adalah ketepatan anda menekan tombol shutter speed kamera saat objek melakukan aksi dengan gerakan pada puncaknya yang paling puncak, Ibarat embun yang sedang menetes melayang diudara ditangkap, jangan sudah jatuh baru di jepret. Saat mau senyum jangan di foto, ketika senyumnya pass ya… JEPRET, ketika atlet lompat galah membawa galah untuk lompat…jangan difoto dulu, fotolah ketika atlet ketika dia berada tepat di atas line lompatan… Jepret!!!! jadi kita menunggu aktif. Ketika anak/adik kita mau meniup lilin saat ulang tahun jangan di jepret dulu… jepretlah saat mulutnya meniup keras lilin tersebut…JEPRET, jepretlah pemukul kendi saat kendi terpukul pecah oleh pukulan …JEPRET… inilah rahasia mengapa foto olah raga menjadi bagus. Foto olah raga bola biasanya ada pemain yang sedang berebut bola diudara dan bolanya harus ikut terfoto juga, foto olah raga voli bal harus ada gambar pemain, ada bola volinya dan ada gambar net bahkan penonton sekitar meski hanya terlihat sedikit itu dapat mendukung penampilan foto yang menarik. Kata lainnya anda Harus “MENUNGGU AKTIF” bawalah kamera kemana anda pergi, siap bidik, hidupkan naluri/insting apa yang akan terjadi? tidak penting kameranya apa mereknya apa, Bukan apanya tapi bagaimananya. Selamat mencoba dan tetaplah semangat.

Inilah beberapa contoh foto yang dapat dikategorikan stopping power, membidik saat objek melakukan aksi saat puncak yang paling puncaknya

Gambar 1 Burung mematuk ikan di laut

Gambar 2 sepasang burung berbagi makanan di udara

Gambar 3 Burung mematuk makanan di atas danau

3. Sudut pandang objek

Kalau kita memotret, carilah dari mana sudut pandang objek itu enak/bagus terlihat, mungkin kita harus jongkok, berdiri, duduk, tiduran, melayang, naik gedung, naik kursi dsb. sudut pandang yang berpindah-pindah biasanya hasil fotonya cukup menarik.

Stupa Borobudur ini sangat bagus jika kita foto dari sudut pandang seperti ini, bentuk dan susunan serta perspektif benda sangat terasa.

Foto ini pasti diambil dari atas, terlihat bagian atas kepala terlihat jelas

Foto inipun diambil dari atas

Contoh lain foto yang diambil dari sudut atas

Orang demonstrasi sangat bagus kita foto dari atas agar kesannya banyak, jika kita foto dari depan kesannya sedikit karena hanya orang yang paling depan saja yang terlihat, orang akan terlihat agung tapi sayang dan hati-hati lubang hidungnya terlihat besar (he he he) jika kita foto dari arah bawah, jika kita foto dari arah atas kesannya  menyepelekan karena kelihatan kerdil. Fotolah sesuai maksud dan tujuan.

Sumber: Catatan Penulis ketika Mengikuti Perkuliahan Photografi di Jurusan Seni rupa IKIP Jakarta, membaca artikel: RM Soelarko, Arief B.Datoem, Hendra Sulendra, Majalah Foto Media, dll)

Untuk edit foto biasanya digunakan software Adobe Photoshop (Cs2,CS3,CS4 dll)

1. Untuk edit sederhana dan langsung slideshow + musik di desktop kita gunakan ACDSee

                                                                                                                                                                                                              2. Untuk membut klipping foto/gif/cetak/border, gunakan Photoscape

Tuliskan Komentar anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s