Henk Ngantung Sketsa

Sketsa Henk Ngantung50Sebelum menjadi Gubernur Jakarta, Henk dikenal sebagai pelukis tanpa pendidikan formal. Bersama Chairil Anwar dan Asrul Sani, ia ikut medirikan “Gelanggang”. Henk juga pernah menjadi pengurus Lembaga Persahabatan Indonesia-Tiongkok 1955-1958.

Gubernur DKI
Henk Ngantung  ia ditunjuk oleh Presiden Soekarno sebagai deputi gubernur di bawah Soemarno. Saat itu banyak kalangan yang protes atas pengangkatan Henk Ngantung. Soekarno ingin agar Henk menjadikan Jakarta sebagai kota budaya. Dan, Ngantung dinilainya memiliki bakat artistik. Salah satu pengalaman yang barangkali menarik adalah tatkala presiden memanggilnya ke istana untuk mengatakan bahwa pohon-pohon di tepi jalan yang baru saja dilewati perlu dikurangi. Masalah pengemis yang merusak pemandangan Jakarta tak lepas dari perhatian Ngantung. Tapi semuanya tidak berhasil.

Setelah tidak menjabat
Henk Ngantung tidak sekadar tinggal dalam kemiskinan hingga harus menjual rumah di pusat kota untuk pindah ke perkampungan. Derita Henk Ngantung terus menerpa karena nyaris buta oleh serangan penyakit mata dan dicap sebagai pengikut Partai Komunis Indonesia tanpa pernah disidang, dipenjara, apalagi diadili hingga akhir hayatnya bulan Desember 1991. Henk Ngantung hingga akhir hayatnya tinggal di rumah kecil di gang sempit Cawang, Jakarta Timur.

Kesetiaan Henk melukis terus berlanjut meski dia digerogoti penyakit jantung dan glaukoma yang membuat mata kanan buta dan mata kiri hanya berfungsi 30 persen. Pada akhir 1980-an, dia melukis dengan wajah nyaris melekat di kanvas dan harus dibantu kaca pembesar. Sebulan sebelum wafat, saat ia dalam keadaan sakit-sakitan, pengusaha Ciputra memberanikan diri mensponsori pameran pertama dan terakhir Henk. (wikipedia)

Sketsa Henk Ngantung1 Sketsa Henk Ngantung3 Sketsa Henk Ngantung5 Sketsa Henk Ngantung7 Sketsa Henk Ngantung9 Sketsa Henk Ngantung11 Sketsa Henk Ngantung13 Sketsa Henk Ngantung15 Sketsa Henk Ngantung17 Sketsa Henk Ngantung19 Sketsa Henk Ngantung21 Sketsa Henk Ngantung23 Sketsa Henk Ngantung25 Sketsa Henk Ngantung27 Sketsa Henk Ngantung29 Sketsa Henk Ngantung31 Sketsa Henk Ngantung32 Sketsa Henk Ngantung33 Sketsa Henk Ngantung36 Sketsa Henk Ngantung38 Sketsa Henk Ngantung40 Sketsa Henk Ngantung42 Sketsa Henk Ngantung44 Sketsa Henk Ngantung46 Sketsa Henk Ngantung48 Sketsa Henk Ngantung50 Sketsa Henk Ngantung52

Tuliskan Komentar anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s