Latihan Soal UKK Kelas 7 dan 8 Powerpoint Interaktif

Bagi siswa kelas 7 dan 8 SMP, bisa unduh Latihan Soal UKK Seni Budaya Kelas 7 dan 8 dalam bentuk Powerpoint Interaktif karya siswa ekskul Multimedia SMPN 14 Depok (50 Soal)

Soal UKK Kelas 7 dalam bentuk Powerpoint 50 Soal UNDUH DISINI

Soal UKK Kelas 8 dalam bentuk Powerpoint 50 Soal UNDUH DISINI

Atau bisa juga Klik Gambarnya

cover soal ukk

kelas8

Dipublikasi di Powerpoint, ukk | Tag , , , , , , | Meninggalkan komentar

PPDB Kota Depok 2016

Panduan PPDB Kota Depok 2016 dalam bentuk animasi Sparkol

Dipublikasi di PPDB KOTA DEPOK, Tes Online | Meninggalkan komentar

Acak nama siswa atau kelompok siswa

Jika kita ingin terlihat keren ketika mengundi kelompok mana yang maju duluan, atau siswa mana duluan bisa kita coba dengan barryfunenglish.com ikuti tutorialnya:

Dipublikasi di Lomba, Pendidikan, Tutorial | Meninggalkan komentar

Soal US menjadi Powerpoint Interaktif tanpa ketik soal

Jika anda ingin membuat soal interaktif pilihan ganda power point dan anda malas mengetik soal dan memasukkan gambar, siapkanlah file soal US (Ujian Sekolah) tahun lalu boleh berupa Word, atau PDF contoh soal dah jadi bisa anda unduh disini, setelah anda download bukalah powerpoint bersama-sama file soal tersebut anda tinggal ganti dengan mata pelajaran yang anda mau. Download file pdf 11 Mata pelajaran Ujian sekolah DISINI

Slide1

Slide3

Slide2 Dan langkahnya ikutilah video Tutorial ini:

Untuk mengetahui cara membuat triggers animasi benar lanjutkan dan salah coba lagi ikuti video tutorial ini:

Part 1

Part 2:

 

Dipublikasi di Latihan Soal, Media seni budaya, Powerpoint, Presentasi bahan, TIK, Tutorial, Ujian Nasional 2012 | Tag , , , , , | Meninggalkan komentar

Latihan Soal US Seni Budaya dalam bentuk Powerpoint Interaktif

Kepada siswa kelas IX, berikut ini ada latihan 50 Soal untuk menghadapi Ujian Sekolah dalam bentuk Powerpoint Interaktif Pilihan ganda 4 option A, B, C dan D  (2 Mb)

Silakan download 50 soal POWER POINTNYA DISINI

Slide22                                 Slide15             Slide1

Dipublikasi di Berita Seni, Kisi-kisi, Latihan Soal, Powerpoint | Tag ,

Evaluasi Soal Powerpoint dan Score

File latihan Powerpoint Evaluasi ( Soal Pilihan Ganda) dan Score dengan memanfaatkan Script VBA unduh File Latihannya 6.68 Mb DI SINI

logo smpn3 depok

EVALUASI SABLON 2010 EDIT FINAL upload

Dipublikasi di Berita Seni

Gambar bentuk siswa Kelas 7

Gambar bentuk karya siswa kelas 7 SMPN 14 Depok buku KTSP halaman 23 Tri Edy Margono dan Abdul Aziz

Siswa menggambar langsung lihat gambar dari buku tersebut dengan mempertimbangngkan Perspektif 1 titik hilang, Komposisi, proporsi, teranggelap, bentuk dasar dan kesan benda menggunakan penggaris dan pensil 2B.

ASCII

ASCII

ASCII

ASCII

ASCII

ASCII

ASCII

ASCII

ASCII

ASCII

ASCII

ASCII

ASCII

ASCII

ASCII

ASCII

ASCII

ASCII

ASCII

ASCII

ASCII

ASCII

Dipublikasi di Berita Seni

Sketsa Kelas IX

Sketsa Karya siswa kelas IX SMPN 14 Depok dengan objek gambar Lingkungan SMPN 14 Depok dengan ketentuan: Kertas gambar A4, Spidol kecil hitam, Komposisi, Perspektif, proporsi, kualitas garis, Blok terang gelap.

Siswa keluar kelas, hunting sudut mana SMPN 14 Depok menariknya, tentukan sudut pandang, jarak penggambar dengan objek 3x tinggi objek, skets halus sempurnakan dengan spidol kecil hitam. SKL UJIAN PRAKTEK

ASCII

ASCII

ABDULLAH AKRAM 9.90001 ALSYIRA 9.90001 ANNISA DHIYA S 9.90001 AYUNISSA HANNA ALIFAH 9.50001

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

ASCII

ASCII

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

putri meliana a 9.50001 REDHA 9.20001 SKETSA10001 SKETSA20001 SKETSA30001 SKETSA40001 SKETSA50001 SKETSA60001 sophie0001 SYAVIRA AH 9.50001 SYAVIRA AH2 9.50001 tri febriani p 9..5 tri febriani p 9.50002

Dipublikasi di Berita Seni | 2 Komentar

Teori Belajar

Rekan guru yang berbahagia, mungkin sedang cari teori belajar untuk UKG mungkin perlu ini, silakan dibaca dan diunduh atau dicopy:

TEORI BELAJAR

Sebelum mengenal beberapa teori belajar, mari kita ingat kembali beberapa istilah berikut ini :

  1. Belajar adalah suatu proses untuk mendapatkan pengetahuan/pengalaman sehingga mampu mengubah tingkah laku manusia dan tingkah laku ini menjadi tetap/tidak akan berubah lagi dengan modifikasi yang sama ( Herman, 1977 hal 273 dalam Herman ,1981 hal 2 ).
  2. Memori adalah daya mengingat untuk dapat menyebutkan kembali pengalaman – pengalaman yang lampau secara singkat ( herman,1981 hal 2 ).

Beberapa contoh teori belajar yang pernah muncul, yaitu :

  1. TEORI BELAJAR DARI PSIKOLOGI TINGKAH LAKU

( Psikologi Stimulus-Respon )

Bahwa tingkah laku dikendalikan oleh peristiwa lingkungan berupa ganjaran yang datang dari luar diri manusia dan disebut dengan penguatan, sedang antara stimulus dan respon itu saling berhubungan. Guru pengikut teori ini bertanggung jawab untuk mengolah lingkungan siswa ( stimulus ) sehingga memungkinkan tingkah lakunya menjadi benar/sempurna secara maksimal ( respon ). Tingkah laku siswa tersebut dianalisa untuk mengadakan penguatan dan perluasan modifikasi tingkah laku.

  1. TEORI BELAJAR DARI THORNDIKE

( Koneksionisme )

 Hukum Efek atau Ganjaran

Menurut Thorndike, belajar adalah suatu proses pembentukan hubungan antara stimulus dan respon, hubungan ini akan semakin kuat bila sering dilatih. Jika hubungan yang terjadi antara suatu situasi dan suatu respon diikuti oleh peristiwa yang cocok, maka hubungan akan semakin kuat. Hukum efek mengarah kepada ganjaran nyata, misal nilai yang dicantumkan pada kertas ulangan.

Hukum Latihan

Semakin sering stimulus dan respon dipergunakan, maka makin kuat hubungan yang terjadi. Hukum latihan mengarah kepada banyaknya latihan dan drill. Latihan tanpa ganjaran tidak efektif. Jika stimulus dan respon terjadi serempak, disebut kontiguisi. Guru memegang peran utama pada proses belajar siswa. Guru pengikut teori ini sering mengadakan latihan dan menentukan apa saja yang harus dipelajari oleh siswa. Guru menganggap bahwa asosiasi yang kuat antara pertanyaan dan jawaban akan lebih lama diingat.

Ahli yang sependapat dengan teori ini adalah : Ivan Pavlov ( 1849-1936 ), John B Watson ( 1878-1958 ), ER Guthrie ( 1886-1959 ).

Hasil eksperimen Watson, bahwa sikap negatif siswa pada pelajaran tertentu terjadi karena siswa tersebut mengasosiasikan pelajaran itu sebagai hal yang tidak menyenangkan, dan akan melakukan generalisasi ketakutannya tersebut.

  1. TEORI BELAJAR DARI SKINNER

(Teori dari Burrhus Frederic Skinner )

Ganjaran atau penguatan diperlukan dalam belajar. Penguatan positif yaitu jika penyajian stimulus yang mengiringi tingkah laku siswa cenderung apat meningkatkan pengulangan tingkah laku siswa menjadi diperkuat. Misal ganjaran berupa pujian ( kepada siswa yang berhasil menyelesaikan suatu tugas dengan baik ), dan nilai jelek atau muka cemberut ( kepada siswa yang kurang bagus dalam menyelesaikan tugas ). Pujian memperkuat siswa menjadi lebih baik, sedang muka cemberut dan nilai jelek memperkuat siswa menjadi lebih bungkam. Penguatan negatif yaitu jika stimulus yang dihapuskan justru dapat menguatkan tingkah laku. Misal menghilangkan suara gaduh/berisik. Skinner berpendapat bahwa proses belajar merupakan operant conditioning ( operan berkondisi ), yaitu situasi belajar yang memungkinkan suatu respon dibuat lebih sering sebagai hasil penguatan langsung. Operan berkondisi dapat mendorong terjadinya operant learning ( operan belajar ). Guru dapat memberikan penguatan dengan cara :

  1. Memberikan penguatan segera, jangan ditunda – tunda.
  2. Memberikan penguatan pada setiap respon yang benar saja, untuk kegiatan awal pembelajaran.
  3. Jangan memeberikan penguatan tingkah laku pada hal – hal yang tidak dikehendaki.

Komponen penting dari wawasan tingkah laku adalah :

  1. Obyektif yang dinyatakan dalam terminologi tingkah laku.
  2. Tugas dibagi menjadi beberapa bagian atau materi prasarat.
  3. Penentuan urutan materi prasarat sesuai urutan logis dari materi yang akan dipelajari.
  4. Ada perencanaan materi dan prosedur mengajar untuk tiap tugas.
  5. Pemberian balikan kepada siswa dari tugas bagian yang mendukung pencapaian obyektif – obyektif.

Seorang guru harus sudah mengetahui keterampilan apa saja yang sudah dimiliki siswa sebelum memulai pembelajaran.

  1. TEORI BELAJAR DARI GAGNE

( Teori dari Robert Gagne )

Hirarki Gagne meliputi 8 tipe belajar, yaitu :

  1. Belajar Isyarat ( Signal Learning )

Signal learning adalah belajar tanpa kesengajaan yang dihasilkan dari sejumlah stimulus ulangan atau stimulus tunggal yang akan menimbulkan suatu respon emosional dalam pribadi siswa yang bersangkutan. Guru sebaiknya berusaha membuat stimulus – stimulus yang tidak disengaja untuk membangkitkan emosi yang menyenangkan bagi siswa, sehingga dapat mengurangi sikap acuh tak acuh siswa pada suatu pelajaran tertentu.

  1. Belajar Stimulus-Respon ( Stimulus-Respon Learning )

Belajar isyarat tanpa kesengajaan dan emosional, sedangkan belajar stimulus-respon disengaja dan secara fisik. Stimulus dari luar menyebabkan stimulus otot dari dalam membentuk suatau respon yang terkait. Belajar ini meliputi : operant conditioning ( Trial and error ), kontiguisi dan latihan. Belajar diibaratkan seperti seekor anjing yang dapat berjabat tangan.

  1. Rangkaian ( Chaining )

Beberapa stimulus-respon dirangkaikan agar siswa dapat menyelesaikan tugas dengan baik. Misal membuat preparat jaringan batang jagung muda dan melihat jaringannya dengan menggunakan mikroskop.

  1. Asosiasi verbal ( Verbal Assosiation )

Siswa perlu menyertakan ide dan argumen yang rasional dalam belajar. Guru seharusnya membantu mengembangkan asosiasi verbal siswa dengan memberi kesempatan kepada siswa untuk mengemukakan fakta, definisi, konsep dan prinsip secara benar dan teliti ( Herman, 1979 ).

  1. Belajar diskriminasi ( Discrimination Learning )

Macam diskrikinasi : diskriminasi tunggal dan diskriminasi lipat ganda. Contoh diskriminasi tunggal yaitu pengamatan beberapa daun yang bertulang sejajar, sedang pengamatan beberapa daun dengan tulang daun sejajar, melengkung, menyirip dan menjari merupakan contoh diskriminasi lipat ganda. Kejadian yang termasuk dalam diskriminasi lipat ganda diantaranya :

  • Penyamarataan

Penyamarataan yaitu kecenderungan siswa untuk mengelompokkan sekumpulan rangkaian yang serupa, meskipun menurut aturan – aturan tertentu rangkaian – rangkaian tersebut berbeda dan sulit untuk dirangkai. Jika tidak diberikan penguatan maka akan terjadi penghapusan rangkaian itu. Contoh : PR yang tidak diperiksa dapat menghapuskan respon benar dan memunculkan respon tidak benar dalam respon benar. Oleh karenanya perlu balikan langsung dari guru.

  • Gangguan

Gangguan seperti lupa dapat muncul karena adanya stimulus-respon baru atau berinteraksinya stimulus-respon baru dengan lama. Contoh gangguan : siswa akan kesulitan memahami konsep jika diberikan hafalan istilah – istilah yang menyertai pembelajaran.

    

  1. Belajar konsep ( Concept Learning )

Belajar konsep yaitu belajar memahami persamaan sifat dari benda-benda atau peristiwa konkrit untuk dikelompokkan menjadi satu kelas. Belajar konsep berlawanan dengan belajar diskriminasi. Jika belajar diskriminasi membedakan obyek menurut karakteristik yang berbeda, sedang belajar konsep mengklasifikasikan atau mengelompokkan obyek dalam kelompok dengan karakteristik yang sama. Syarat belajar konsep : siswa menguasai prasyarat, asosiasi verbal yang cocok dan diskriminasi lipat ganda. Untuk mengajarkan konsep baru perlu memperhatikan hal-hal berikut ;

  • Menyajikan contoh-contoh yang bervariasi dan tidak serupa agar memudahkan generalisasi. Contoh : menyajikan beberapa hewan-hewan mamalia, jangan seluruh hewan mamalia disebutkan.
  • Memberikan konsep berbeda yang berkaitan agar memudahkan pendiskriminasian. Contoh : menyajikan beberapa hewan-hewan mamalia, aves, reptilia, ampibia dan pisces.
  • Menyajikan bukan contoh konsep agar memudahkan diskriminasi dan generalisasi. Contoh : menyejikan hewan avertebrata dan vertebrata agar memudahkan dalam klasifikasi hewan-hewan tersebut.
  • Hindarkan contoh konsep yang memiliki karakteristik sama yang mengganggu klasifikasi dan arti konsep itu sendiri. Contoh : menyajikan hewan-hewan mamalia di daratan, mamalia di air, mamalia terbang, mamalia bertelur dan mamalia berbelalai agar dapat memahami konsep tentang ciri-ciri hewan mamalia dengan benar.

  1. Belajar Aturan ( Rule Learning )

Belajar aturan adalah belajar yang memungkinkan siswa atau peserta didik mengkaitkan dua tau lebih konsep. Contoh : konsep respirasi mengkaitkan konsep tentang inspirasi, ekspirasi, difusi O2 dan CO2, pembakaran zat makanan dalam mitokondria serta pernapasan anaerob.

  1. Pemecahan Masalah ( Problem Solving )

Pemecahan masalah merupakan penggabungan dua atau lebih aturan yang dikombinasikan agar terbentuk formulasi aturan baru bagi siswa dalam memecahkan masalah.

Delapan tipe belajar tersebut masing-masing meliputi empat fase, yaitu :

  1. Fase pengertian

Fase belajar yang pertama ini mengantarkan siswa mengerti karakteristik sekumpulan stimulus yang diberikan, dan siswa bertanggung jawab terhadap cara belajarnya sendiri.

  1. Fase perolehan

Pada fase ini siswa memperoleh atau memproses fakta, keterampilan, konsep dan prinsip yang sedang dipelajari.

  1. Fase penyimpanan

Pengetahuan dan pengalaman baru yang diperoleh harus disimpan dan diingat, meliputi dua macam memori yaitu :


        

  • Memori jangka pendek, kemampuannya terbatas dalam menyimpan informasi. Contoh : arah jalan pada perempatan jalan yang akan segera lupa setelah kita berjalan jauh pada sebuah ruas jalan.
  • Memori jangka panjang, kemampuan lebih lama dalam menyimpan dan mengingat informasi.
  1. Fase pengungkapan kembali

Fase yang meliputi kemampuan siswa dalam mengungkapkan kembali informasi yang telah diperoleh dan disimpan.

Guru mengajar dapat menggabungkan lebih dari satu tipe belajar. Oleh karenanya guru dituntut untuk dapat membuat persiapan mengajar dengan baik, seperti menyiapkan strategi mengajar yang sesuai dengan konsep yang akan diajarkan, membuat analisa tugas siswa yang sesuai agar siswa mampu belajar sesuatu yang baru setelah siswa itu dapat menguasai kemampuan-kemampuan tertentu.

 

  1. TEORI BELAJAR DARI PSIKOLOGI KOGNITIF

 

Asumsi dasar dari ahli bahwa tingkah laku seseorang didasarkan kepada kognisi atau kegiatan untuk mengetahui dan berpikir tentang situasi penyebab tingkah laku terjadi. Pendapat ahli psikologi Lewin : suatu obyek benda yang secara fisik dekat bukan merupakan bagian seseorang yang tidak sadar akan keberadaan obyek dan tidak dipengaruhi oleh obyek itu. Teori studi kognitif : bahwa tingkah laku belajar adalah pengorganisasian atau penstrukturan kembali, manusia belajar mengamati secara keseluruhan dulu kemudian dianalisa dan disentesakan kembali. Ahli psikologi kognitif seperti Jean Piaget, Zoltan P. Dienes, Jerome Bruner, David Ausubel dan J. P. Guilford.

  1. TEORI BELAJAR DARI PIAGET

Sebelum mengenal teori psikologi kognitif, perlu diingat kembali tahap-tahap berpikir menurut Piaget, yaitu :

  1. Tahap sensori-motor                ( sekitar 0 – 2 tahun )
  2. Tahap pra-operasional             ( sekitar 2 – 7 tahun )
  3. Tahap operasional konkrit       ( sekitar 7 – 11 tahun )
  4. Tahap operasional formal        ( 11 tahun ke atas )

Menurut Piaget, perkembangan intelektual sebagai suatu proses asimilasi dan akomodasi terhadap informasi ke dalam struktur mental. Asimilasi merupakan proses menyatukan informasi dan pengalaman baru ke dalam struktur mental. Akomodasi adalah proses menstrukturkan kembali pikiran sebagai akibat adanya informasi dan pengalaman baru. Kedua proses tersebut melibatkan interaksi antara pikiran dan kenyataan. Oleh karenanya proses belajar tidak sekedar menempelkan informasi baru pada informasi sebelumnya yang telah dimiliki, melainkan memodifikasi informasi tersebut dengan cara asimilasi dan akomodasi.

      

        

Guru perlu memperhatikan tahap berpikir siswa sebelum mengajar. Sebagai contoh untuk siswa SMP umumnya baru mencapai tahap transisi antara tahap konkrit dan formal. Pada tahap ini siswa belum mampu menguasai aksioma-aksioma ( kenyataan ) dan definisi-definisi, sehingga jika dalam belajar diberikan suatu permasalahan siswa cenderung hanya akan menghafalkan istilah-istilah yang ada. Oleh karenanya guru perlu menyederhanakan istilah dalam pembelajaran agar konsep yang dipelajari dapat maksimal dipahami siswa. Guru harus tepat memilih metode mengajar.

Beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan intelektual, yaitu :

  1. Kematangan yang merupakan pertumbuhan psikologis dari sistem syaraf dan pengalaman- pengalaman yang diperoleh dalam pengembangan intelektual. Macam pengalaman :
    • Pengalaman fisik, hasil dari interaksi individu dengan lingkungannya.
    • Pengalaman logika matematika, merupakan kegiatan mental perorangan yang struktur kognitifnya disusun kembali sesuai pengalamannya.
  2. Transmisi sosial atau interaksi dan kerja sama seseorang dengan orang lain. Proses operasi formal tidak akan berkembang dengan baik dalam pikiran seseorang jika tidak ada pertukaran dan koordinasi pendapat di antara orang – orang.
  3. Penyetimbangan saat berkurangnya stabilitas seseorang sebagai akibat pengalaman – pengalaman baru sebelum adanya asimilasi dan akomodasi. Hasil penyetimbangan adalah berkembangnya struktur mental sehingga menjadi lebih matang.

Hasil penelitian Piaget menyebutkan, pembelajaran yang baik untuk bertukar pikiran, kerja sama dan bekerja sendiri dalam melaksanakan kegiatan adalah di dalam laboratorium. Di laboratorium ini siswa mengenal obyek konkrit ( nyata ) lebih dahulu baru kemudian diabstraksikan. Selain sains, matematika juga memerlukan laboratorium.

  1. TEORI BELAJAR DARI BRUNER

( Teori dari Jerome Bruner )

Menurut Bruner, anak mengalami perkembangan tiga tahap yaitu :

  1. Tahap enactive

Pada tahap ini anak-anak memanipulasi obyaek-obyek secara langsung

  1. Tahap ikonic

Kegiatan anak-anak pada tahap ini tidak memanipulasi obyek secara langsung, tetapi berkenaan dengan mental yang merupakan gambaran dari obyek-obyek.

  1. Tahap simbolik

Anak langsung memanipulasi simbol – simbol dan tidak berkaitan sama sekali dengan obyek-obyek.

Ada empat teorema umum tentang belajar dari Bruner, yaitu :

  1. Teorema konstruksi ( Construction Theorem )

Cara terbaik siswa dalam memulai belajar konsep, prinsip atau aturan adalah dengan mengkonstruksi konsep, prinsip atau aturan itu. Idea-idea yang muncul dapat dikonstruksi sendiri, dan dirumuskan dengan bantuan benda-benda konkrit. Cara ini membuat idea-idea itu lebih mudah diingat dan dapat diaplikasikan pada situasi yang tepat. Pada tahap permulaan belajar konsep pengertian muncul dan bergantung kepada aktifitas-aktifitas konkrit. Memori dapat dicapai dengan memanipulasi benda-benda konkrit, bukan penguatan seperti pendapat Skinner.

  1. Teorema notasi ( Notation Theorem )

Konstruksi permulaan dibuat lebih sederhana secara kognitif dan dapat mudah dimengerti siswa jika konstruksi itu menurut notasi yang sesuai dengan tingkat perkembangan mental siswa. Pendekatan ini termasuk pendekatan spiral, yaitu pendekatan yang memperkenalkan idea-idea secara intuitif dan menyajikannya dengan menggunakan bentuk notasi yang sudah dikenal. Dengan sistem notasi ini memungkinkan pengembangan idea-idea berupa prinsip dan mengkreasikan prinsip tersebut. Contoh : Sebelum mempelajari tentang muai ruang, siswa seharusnya mengkonstruksi lebih dahulu tentang pengukuran panjang, perubahan panjang, koefisien muai panjang, rumus muai panjang, volume, perubahan volume dan koefisien muai ruang, baru kemudian mengkonstruksi rumus muai ruang.

  1. Teorema kekontrasan dan variasi ( Contrast and Variation Theorem )

Belajar konsep dari yang konkrit ke abstrak harus menyertakan pertentangan dan variasi, agar tidak terjadi salah pengertian bahwa konsep yang dipelajari hanyalah konsep yang dicontohkan oleh guru. Contoh : dalam mempelajari tentang monohibrid, sebaiknya diberikan contoh bukan hanya tentang kacang ercis melainkan diberikan contoh yang variatif seperti tentang bunga pukul empat ( sifat intermediet ), golongan darah ( sifat terpaut pada gen lain ), penyakit haemofilia ( sifat terpaut pada kromosom seks X ) dan sebagainya.

  1. Teorema konektifitas ( Connectivity Theorem )

Belajar tentang konsep, struktur dan keterampilan dihubungkan dengan konsep, struktur dan keterampilan yang lain. Kesadaran ini perlu dikembangkan dalam belajar dan pengembangannya.

      

Menurut Bruner, peranan aktif siswa dapat terjadi dalam proses belajar bila menggunakan belajar penemuan. Sebagai hasil menemukan keterangan atau ketidak teraturan materi bahasan yang dipelajari, maka siswa dapat lebih mengorganisasikan masalah-masalah dari pada hanya sekedar belajar dengan stimulus-respon. Rasa puas dari proses belajar semacam ini merupakan ganjaran dari “dalam”, berbeda dengan ganjaran dari “luar” yang hanya menyebabkan belajar hafalan dan dengan pengertian yang sangat sedikit.

Bruner membedakan teori belajar dengan teori perkembangan intelektual. Teori belajar merupakan diskripsi dari apa yang sudah terjadi dan yang belum terjadi. Teori perkembangan intelektual ( menurut Piaget ) melukiskan tahap-tahap berpikir melalui perkembangan mental dan mengidentifikasi aktifitas mental yang dapat atau tidak dapat dilakukan oleh seseorang.

  1. TEORI BELAJAR DARI DIENES

( Teori dari Zoltan P. Dienes )

Dienes seorang matematikawan, mengembangkan teorinya berdasar teori psikologi belajar Piaget. Sependapat denganteori Bruner bahwa setiap konsep atau prinsip dapat sempurna jika pertama disajikan kepada siswa dalam bentuk konkrit. Semua abstraksi didasarkan kepada intuisi dan pengalaman-pengalaman konkrit, sehingga sangat penting memanipulasi obyek dalam bentuk permainan yang dilaksanakan dalam laboratorium ( bahkan untuk matematika ).

  1. Tahap-tahap di dalam belajar konsep-konsep.

Dienes menyebutkan enam tahap dalam mengajar, yaitu :

  • Permainan bebas ( Free play )

Permainan bebas adalah tahap belajar konsep yang terdiri dari aktifitas tidak terstruktur dan tidak diarahkan yang memungkinkan mengadakan eksperimen serta memanipulasi benda-benda konkrit dan abstrak dari unsur-unsur konsep yang dipelajari. Pada tahap ini siswa membentuk struktur mental dan sikap untuk mempersiapkan diri memahami konsep.

  • Permainan yang disertai aturan ( Games )

Permainan yang disertai aturan adalah tahap yang memungkinkan siswa mulai meneliti pola-pola dan keteraturan yang terdapat dalam suatu konsep. Aturan dalam suatu konsep belum tentu dapat diterapkan pada konsep yang lain. Setelah memahami aturan-aturan itu, siswa memainkan permainan dengan aturan dari guru atau dirinya sendiri.

  • Permainan kesamaan sifat ( Searching for communalities )

Setelah siswa dapat memainkan permainan dengan aturan-aturan tertentu, siswa perlu dibantu dalam mencari kesamaan struktur agar dapat mentranslasikan ke dalam permainan yang lain. Pada permainan baru sifat-sifat abstrak tidak berubah.

  

    

  • Representasi ( Representation )

Representasi merupakan pengambilan kesamaan dari situasi-situasi yang serupa. Cara ini dapat mengarahkan siswa mencapai pengertian struktur yang abstrak.

  • Simbolisasi ( Symbolization )

Tahap ini memungkinkan siswa merumuskan representasi dari setiap konsep dengan menggunakan symbol atau dengan merumuskan secara verbal yang sesuai.

  • Formalisasi ( Formalization )

Pada tahap ini siswa mengurutkan konsep-konsep menjadi sifat baru dengan suatu pembuktian, yaitu berawal dari aksioma ( kenyataan ) ke arah teorema.

Enam tahap tadi berlangsung secara urut, dapat digabungkan dan dapat pula sebagian ditiadakan dalam suatu kegiatan permainan.

  1. Empat prinsip umum dalam mengajar, yaitu :
    • Prinsip dinamis

Permainan yang digunakan dalam belajar dimulai dari hal konkrit baru kemudian ke abstrak.

  • Prinsip konstruktifitas

Konstruksi permainan harus lebih dahulu sebelum analisa.

  • Prinsip Variabilitas persepsi atau prinsip representasi lipat ganda

Struktur konsep yang sama dapat disajikan sebanyak mungkin persepsi yang setara.

  • Prinsip Variabilitas ( Matematika )

Setiap konsep ( matematika ) melibatkan variabel-variabel yang esensial perlu divariasikan agar generalisasi ( matematika ) dapat tercapai.

  1. TEORI BELAJAR VERBAL BERMAKNA DARI AUSUBEL

( Teori dari David Ausubel )

Teori belajar verbal bermakna memuat prosedur mengajar dengan modus pemberitahuan yang efektif yang menghasilkan belajar bermakna. Belajar bermakna terjadi apabila informasi yang diperoleh disusun sesuai dengan struktur kognitif siswa, sehingga siswa dapat mengaitkan informasi barunya dengan struktur kognitif yang telah dimiliki. Oleh karenanya memori akan lebih kuat dan transfer belajar lebih mudah tercapai. Proses menghafal berlawanan dengan belajar bermakna, karena menghafal hanya sekedar mengingat fakta-fakta tanpa mengaitkannya dengan struktur kognitif yang telah ada.

Tipe belajar menurut Ausubel :

  1. Belajar dengan modus penemuan yang bermakna

Informasi yang akan dipelajari ditentukan sepenuhnya oleh siswa secara bebas, agar pengetahuan baru itu dapat dihubungkan dengan struktur kognitif yang telah dimiliki.

      

  1. Belajar dengan modus pemberitahuan yang bermakna

Informasi yang telah disusun secara logis disajikan kepada siswa dalam bentuk final, kemudian siswa menghubungkannya dengan struktur kognitif yang telah dimiliki.

  1. Belajar dengan modus penemuan yang bersifat hafalan

Informasi yang diperoleh ditentukan secara bebas oleh siswa dan menghafalkannya tanpa harus tahu pengertiannya.

  1. Belajar dengan modus pemberitahuan yang bersifat hafalan

Semua informasi dari masing-masing tipe disajikan kepada siswa dalam bentuk final, kemudian siswa menghafalkannya tanpa harus mengetahui pengertiannya.

Pendapat Ausubel berbeda sedikit dengan Bruner. Menurut Ausubel bahwa belajar dengan modus menemukan saja tanpa pemberitahuan tidak akan menyebabkan integrasi pengetahuan baru itu dan tidaklah urut serta utuh. Menurutnya, “menemukan” tidak menjamin peningkatan motivasi dalam diri siswa. Banyaknya pengetahuan baru yang dapat dipelajari tergantung kepada informasi yang telah diketahui ( struktur kognitif ). Bahan pelajaran seharusnya disusun sesuai struktur kognitif siswa.

Belajar dengan modus pemberitahuan yang bermakna memiliki prasyarat :

  1. Kondisi dan sikap siswa terhadap tugas hendaknya sesuai dengan interaksi siswa. Belajar menjadi bermakna apabila :
    • Siswa ingin memahami nahan pelajaran
    • Siswa ingin mengaplikasikan bahan baru
    • Siswa menghubungkan bahan pelajaran dengan yang terdahulu.
  2. Tugas-tugas yang diberikan kepada siswa harus sesuai struktur kognitif siswa, sehingga dapat mengasimilasi bahan baru dengan cara yang bermakna. Siswa tidak menghafal asosiasi stimulus-respon secara terpisah-pisah.
  3. Tugas-tugas yang diberikan kepada siswa harus sesuai tahap perkembangan intelektual siswa. Jika siswa baru mencapai tahap operasional konkrit atau transisi antara operasional konkrit dan formal, janganlah diberikan konsep yang abstrak semua. Hal ini perlu diperhatikan agar siswa tidak sekedar belajar menghafal ( pernyataan verbal ) saja tanpa tahu pengertiannya.

  1. TEORI GUILFORD ( STRUKTUR INTELEK GUILFORD )

( Teori dari J.P. Guilford )

Kategori kemampuan mental digambarkan dengan model struktur intelek, yaitu :

PRODUK

ISI

 

 

Produk Divergen
Produk Konvergen
 

 

Evaluasi
 

 

Kognisi
 

 

Memori

OPERASI

Gambar. Struktur Intelek menurut Guilford

Keterangan :

  1. Operasi adalah proses mental pada saat belajar. Ada lima tipe operasi, yaitu :
    • Memori ( memory )

Memori yaitu kemampuan untuk menyimpan informasi yang telah diperoleh dan mengemukakannya dalam bentuk stimulus-stimulus tertentu.

  • Kognisi ( cognition )

Kognisi adalah kemampuan untuyk mengenal dan mengerti bermacam-macam bentuk informasi.

  • Evaluasi ( evaluation )

Evaluasi adalah kemampuan memproses informasi untuk membuat perkiraan, kesimpulan dan keputusan yang tepat.

  • Produk konvergen ( convergent production )

Produk konvergen adlah kemampuan mengambil kesimpulan yang paling benar berdasarkan informasi yang telah diketahui.

  • Produk divergen ( divergent production ).

Produk divergen adalah kemampuan memberikan alasan yang lain dari alasan yang telah diberikan terhadap informasi yang telah diketahui.

Guru yang telah memahami operasi ini dapat memberikan pengarahan kepada siswanya dengan benar.

  1. Isi belajar adalah bahan yang dipelajari. Ada empat tipe isi, yaitu :
    • Isi figural, menyangkut bentuk-bentuk benda
    • Isi simbol, menyangkut tanda-tanda yang berhubungan dengan obyek-obyek konkrit dan abstrak.
    • Isi semantik, menyangkut kata-kata atau ide yang menimbulkan suatu pengertian bila ide atau kata-kata itu dimunculkan sebagai suatu stimulus.
    • Isi tingkah laku, menyangkut manifestasi stimulus-respon seperti penampilan seseorang sebagi akibat tindakan orang lain.

Guru yang memahami variasi siswa dalam menerima bahan pelajaran yang dipelajari, maka akan mengetahui cara siswa belajar dengan baik.

  1. Produk belajar adalah cara mengidentifikasi dan mengorganisasikan informasi di dalam pikiran. Ada enam hasil belajar, yaitu :
    • Satuan, yaitu simbol tunggal yang berupa gambar, kata, obyek atau ide.
    • Kelas, yaitu himpunan satuan
    • Relasi, yaitu hubungan antara satuan dan kelas
    • Sistem, yaitu komposisi satuan, kelas dan relasi ke dalam suatu struktur yang lebih luas dan lebih berarti
    • Transformasi, yaitu proses memodifikasi, menginterpretasi kembali dan menyusun kembali informasi-informasi yang ada menjadi informasi baru.
    • Implikasi, yaitu dugaan sebagai akibat interaksi antara satuan, kelas, relasi, sistem dan transformasi. Contoh : sebuah teorema.

Masing-masing siswa memiliki tingkat kesulitan dan kemudahan dalam mempelajari pada tingkatan hasil belajar tertentu. Oleh karena itu guru mengajar tidak harus dengan cara yang sama pada siswa yang berbeda.

Penerapan teori Guilford, seperti :

  • Guru harus menyadari bahwa kemampuan siswa itu berbeda, sehingga penampilan siswa juga berbeda.
  • Guru harus mengamati penguasaan konsep masing-masing siswa agar dapat mengetahui kelebihan dan kelemahan diri siswa tersebut.
  • Guru memberikan tugas sesuai dengan kebutuhan siswa, sehingga siswa dapat menggunakan kekuatan inteleknya dan mengubah kelemahan inteleknya menjadai lebih kuat.
  • Guru emberikan bantuan terhadap kebutuhan siswa secara serasi, karena siswa pandai dapat menemukan kesulitan menyelesaikan tugas-tugas tertentu, sedang siswa yang tes intelegensinya rendah justru dapat menyelesaikannya.

Akhir kata, semoga pengetahuan tentang teori belajar ini dapat membantu guru-guru dalam mempersiapkan pengajaran, melakukan aktifitas mengajar dan dalam melakukan evaluasi belajar. Amiin.

Daftar Pustaka

Hudojo Herman, 1981, TEORI BELAJAR UNTUK PENGAJARAN MATEMATIKA, P3G Depdikbud, Jakarta

Sulistyono T, 2003, WAWASAN PENDIDIKAN, Direktorat PLP Dirjendikdasmen Depdiknas, Jakarta

Dipublikasi di UKG | 2 Komentar

Aliran dalam seni Rupa/Lukis

Untuk meningkatkan apresiasi seni rupa,  siswa perlu mampu menjelaskan beberapa aliran dalam seni rupa seperti definisi aliran-aliran, karya dan nama senimannya baik dalam maupun luar negeri. Disini ada powerpoint yang belum selesai dan silakan dilengkapi sebagai tugas kelompok download powerpoint disini

Tambahan materi bisa lihat dan download dari artikel ini

LOGO ALIRAN

Dipublikasi di Berita Seni, Media seni budaya, Pendidikan, Powerpoint, Presentasi bahan, TIK

Tutorial membuat formulir, angket Online dengan google drive

drive2Dengan Google Drive kita bisa meminta siswa mengirim tugas, bisa juga kita meminta siswa mengisi laporan hasil kerja, bisa juga kita membuat tes pilihan ganda, dan siswa yang sudah mengirim di rekap otomatis oleh google yang bisa kita unduh menjadi excel. Caranya ikuti video Tutorialnya, dengan tutorial ini anda bisa membuat aneka formulir apa aja sesuaikebutuhan dan kreativitas anda.

Klik Video Tutorialnya disini

https://drive.google.com/file/d/0B6kTj3SMxmGvSGNpdjV1RVVIeFk/view?usp=sharing

Dipublikasi di Berita Seni

Pasang Latihan soal seni budaya di android

Kamu pasti punya Ipad atau HP android, mau coba latihan soal seni budaya melalui androidmu, silakan Pasang dan unduh untuk mencobanya:

  1. Pasang latihan soal kelas 8 seni budaya di androidmu, Unduh dan Pasang KLIK DISINI
Dipublikasi di Android, Latihan Soal, Media seni budaya, Tes Online | 2 Komentar

Hiasan Blog WordPress (Widget)

Berikut ini kumpulan (HTML) untuk menghias blog wordpress yang bisa kita gunakan misalnya Tulisan terkini, Blog teman dalam bentuk scrool, Jumlah pengunjung dan yang sedang online, dll sehingga blog kita kelihatan lebih baik. Filenya Download disini

HIASAN BLOG WORDPRESS

Dipublikasi di Berita Seni

Kisi-kisi US Seni budaya

Kisi-kisi Seni Budaya US  silakan download di bawah ini

Kisi- US silakan download disini Kisi-kisi kls 9 us 2015

SKL silakan download disini SKL Seni budaya2015

Berikut ada powerpoint dan word  dari beberapa guru Seni Budaya:

 

Dipublikasi di Berita Seni, Kisi-kisi, Media seni budaya, Powerpoint | Tag , , , , , , , , , , ,

AplikasiRaport2015

Khusus guru 14 Depok (File Input Daftar Nilai dan Raport serta panduannya)

Silakan download Aplikasi Raport yang akan kita gunakan DOWNLOAD DISINI

Cicil Format Biodata Raport Siswa pakai ini untuk di Copas pada aplikasi DOWNLOAD

Dipublikasi di Administrasi, Kurikulum 2013

2014 in review

Asisten statistik WordPress.com menyiapkan laporan tahunan 2014 untuk blog ini.

Berikut ini kutipannya:

Museum Louvre dikunjungi 8,5 juta orang setiap tahun. Blog ini telah dilihat sekitar 410.000 kali di 2014. Jika itu adalah pameran di Museum Louvre, dibutuhkan sekitar 18 hari bagi orang sebanyak itu untuk melihatnya.

Klik di sini untuk melihat laporan lengkap.

Dipublikasi di Berita Seni

Juknis Pilih KTSP atau Kurtilas

Peraturan bersama Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor: 5496/C/KR/2014  Nomor : 7915/D/KP/2014 Tentang Petunjuk Teknis Pemberlakuan Kurikulum Tahun 2006 dan Kurikulum 2013 pada sekolah jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah.

download disini https://www.dropbox.com/s/ml4xydxr9llmuy9/juknis-pemberlakukan-kurikulum-2006-dan-kurikulum-2013.pdf?dl=0#

Dipublikasi di Kurikulum 2013, Pendidikan

Raport Kurikulum 2013

Kepada guru dan wali kelas SMPN 14 Depok ini Aplikasi Raport yang praktis kita pakai

1. Download file 1

2. Download file 2

3. Download file 3

 

Dipublikasi di Dunia Guru, Kurikulum 2013, TIK

Panduan Wisata Belajar Jogja 2014

LOGO KAOS JOGJA 2014 jamdinding

Bagi panitia wisata belajar yang belum sempat membuat panduan wisata jogja untuk siswanya silakan unduh dan ubah suai agar anak-anak kita memiliki buku panduan jogja terutama panduan sholat jamak-nya

PANDUAN JOGJA PRINT CETAK .word

PANDUAN JOGJA PRINT CETAK pdf

Dipublikasi di Kegiatan, Panduan Jogja

BSE kelas 7 dan 8

Buku kurikulum 2013 Untuk Siswa Download Gratis

No. Materi / Mata Pelajaran Pegangan Siswa Besar File
1. PA. Budha Unduh 23,8 MB
2. PA. Hindu Unduh 16, 9 MB
3. PA. Islam Unduh 34,9 MB
4. PA. Katolik Unduh 26,8 MB
5. PA. Khonghucu Unduh 19,5 MB
6. PA. Kristen Unduh 28,9 MB
7. Bahasa Indonesia Unduh 14,1 MB
8. Bahasa Inggris Unduh 143,1 MB
9. IPA Unduh 68,9 MB
10. IPS Unduh 68,1 MB
11. Penjasorkes Unduh 29,8 MB
12. PPKn Unduh 18,8 MB
13. Seni Budaya Unduh 68,5 MB

BUKU KELAS 8
1. Buku Siswa Bahasa Indonesia SMP Kls 8 download disini Buku Guru disini

2.Buku Siswa Bahasa Inggris SMP Kls 8 Download Disini Buku Guru disini

RPP dan silabus
Download Contoh RPP Kurikulum 2013 untuk SMP/MTs

Dipublikasi di Berita Seni